Tancap Gas! BBRMP Sulbar Percepat Penyelesaian CPCL Kakao di Kabupaten Mamuju
MAMUJU-Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BBRMP) Sulawesi Barat terus mengebut percepatan penyelesaian usulan Calon Penerima Calon Lokasi (CPCL) bantuan bibit kakao tahun 2026. Salah satu langkah nyata yang dilakukan yakni melaksanakan koordinasi ke Dinas Perkebunan Kabupaten Mamuju guna mengetahui secara langsung kendala dan permasalahan yang dihadapi di lapangan, sekaligus mencari solusi percepatan penyelesaiannya.
Dalam kegiatan tersebut, BBRMP Sulbar menegaskan komitmennya bersama jajaran penyuluh pertanian untuk siap mendampingi dan membantu seluruh proses penyusunan CPCL hingga tuntas sesuai ketentuan. Peran BBRMP Sulbar sebagai pengawal program modernisasi pertanian sekaligus verifikator akhir menjadi penting dalam memastikan dokumen usulan tersusun lengkap, tepat sasaran, dan siap diajukan ke tingkat pusat.
Hasil koordinasi menunjukkan bahwa format usulan yang digunakan sebelumnya masih belum sepenuhnya sesuai dengan Petunjuk Teknis (Juknis) terbaru. Sementara itu, batas waktu pengusulan semakin dekat. Menyikapi hal tersebut, BBRMP Sulbar mengambil langkah percepatan bersama Dinas Perkebunan dan Penyuluh Pertanian untuk bergotong royong menyelesaikan CPCL sesuai pedoman yang berlaku.
Untuk mempermudah proses di lapangan, pengisian format yang membutuhkan data petani akan dibantu langsung oleh para penyuluh desa, sehingga validasi data dapat dilakukan lebih cepat dan akurat.
Kegiatan koordinasi ini dilaksanakan oleh PJ Swasembada Kabupaten Mamuju, Kepala Kelompok Substansi Pendampingan Modernisasi Pertanian, Penyuluh Pertanian Provinsi CWS selaku LO Mamuju, serta Koordinator Penyuluh Kecamatan Simboro. Rombongan diterima langsung oleh Kepala Dinas Perkebunan Kabupaten Mamuju beserta bidang yang menangani penginputan CPCL.
Melalui sinergi ini, diharapkan seluruh dokumen CPCL bantuan bibit kakao Kabupaten Mamuju dapat segera rampung, diverifikasi, dan diteruskan ke pusat tepat waktu sehingga manfaat program dapat segera dirasakan oleh para pekebun.(MN)